STY dan Perjalanan Pahit-Manisnya: Mengangkat Garuda, Lalu Jatuh di Tanah Sendiri

Bola News Terkini

Shin Tae-yong. Foto : FIFA.

JAKARTA, KABAR BOLA— Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kembali buka suara soal perjalanan kariernya bersama skuad Garuda dan tantangan yang ia hadapi selama empat tahun di Tanah Air.

Dalam wawancara eksklusif dengan media Korea Selatan, KBS, pelatih berusia 54 tahun itu mengaku sering diremehkan dan diragukan kemampuannya, meski sudah memberikan banyak kejutan di level internasional.

“Mereka selalu menganggap remeh apa yang saya lakukan di Indonesia, tetapi bagaimana mungkin tim dengan ranking 127 FIFA bisa menang atas Arab Saudi atau mengimbangi Australia?”kata Shin Tae-yong seperti dikutip Kabar Bola dari KBS (1610)

Diremehkan, tapi Bikin Kejutan

Komentar Shin merujuk pada sederet hasil mengejutkan yang ia torehkan bersama Timnas Indonesia — termasuk saat Garuda menahan imbang Australia dan menaklukkan Arab Saudi dalam laga uji coba jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di bawah arahannya, Indonesia juga berhasil lolos ke babak keempat kualifikasi untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebelum akhirnya kontraknya tak diperpanjang oleh PSSI pada awal 2025.

Meski keputusannya didepak sempat menuai kontroversi, banyak suporter menilai Shin berhasil mengubah wajah Timnas menjadi lebih kompetitif dan disiplin.

Karier Singkat di Ulsan HD

Setelah berpisah dengan PSSI, Shin kembali ke Korea Selatan untuk menangani Ulsan HD FC di K League 1. Namun, masa baktinya tak panjang. Ia hanya bertahan dua bulan sebelum manajemen klub resmi memutus kontrak akibat performa buruk tim di liga domestik.

Kendati begitu, kabar pemecatan itu tak lepas dari kontroversi. Beberapa media Korea Selatan menulis bahwa selain hasil yang mengecewakan, gaya komunikasi Shin disebut menjadi faktor lain yang mempercepat pemecatannya.

Bantah Tuduhan Kekerasan

Shin Tae-yong bahkan dituduh melakukan kekerasan verbal dan fisik terhadap pemain selama melatih Ulsan. Tuduhan itu langsung ia bantah keras dalam wawancara yang sama.

“Filosofi sepak bola saya adalah saya tidak mencela atau melukai pemain,” tegas Shin.

“Saya hanya ingin setiap pemain bertanggung jawab dan bekerja keras sesuai standar profesional.”

Nama Shin Masih Hangat di Indonesia

Meski sudah tidak lagi bersama Garuda, nama Shin Tae-yong masih kerap jadi pembicaraan hangat di kalangan pencinta sepak bola Indonesia.

Banyak fans yang berharap ia suatu hari bisa kembali ke Tanah Air untuk melanjutkan proyek jangka panjang yang sempat ia bangun, terutama dalam pembinaan pemain muda dan naturalisasi pemain keturunan (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *