Elyaz Zidane menguasai bola dengan jersey timnas Prancis U-20. Foto : RMC Sport / BFMTV
PARIS, KABAR BOLA– Nama Zidane kembali terdengar di kancah sepak bola dunia. Bukan Zinedine, sang maestro yang membawa Prancis juara dunia 1998, melainkan anak bungsunya, Elyaz Zidane Fernández, yang kini tengah mencuri perhatian di ajang Piala Dunia U-20 2025 di Chile.
Pemain berusia 19 tahun itu tampil konsisten di jantung pertahanan timnas Prancis U-20. Dengan tinggi mencapai 1,94 meter dan kaki kiri yang lihai, Elyaz menjadi salah satu bek muda yang paling disorot di skuad asuhan Bernard Diomède.
“Elyaz punya kualitas untuk bermain di level tertinggi. Sebagai pemain kidal dengan teknik halus dan postur yang ideal, dia punya potensi besar,” ujar Diomède dikutip Kabar Bola dari L’Équipe.
Dari Bayang-Bayang Sang Ayah
Lahir pada 26 Desember 2005, Elyaz merupakan anak bungsu dari empat bersaudara keluarga Zidane. Ia tumbuh di tengah bayang-bayang karier sang ayah yang legendaris. Namun, justru di situlah tekadnya ditempa.
Elyaz kini memperkuat Betis Deportivo, tim cadangan dari Real Betis di Spanyol. Meski belum menembus tim utama, performanya di level junior membuat pelatih timnas muda Prancis menaruh kepercayaan besar padanya.
Menurut data resmi FFF (Federasi Sepak Bola Prancis), Elyaz telah membela Les Bleuets di berbagai level usia:
- U-17: 12 caps, 2 gol
- U-18: 5 caps
- U-19: 12 caps
- U-20: 14 caps, 1 gol
Salah satu momennya yang paling berkesan adalah ketika ia mencetak gol lewat sundulan di Turnamen Maurice Revello (Toulon). Gol itu membuat publik kembali menoleh dan mulai melihat Elyaz bukan sekadar “anak Zidane”, tapi pemain potensial dengan karakter sendiri.
Dikenal Kalem dan Disiplin
Berbeda dengan ayahnya yang sering tampil ekspresif di lapangan, Elyaz dikenal tenang dan disiplin. Ia jarang melakukan selebrasi berlebihan dan lebih fokus menjaga lini belakang.
“Sulit menjadi anak seorang legenda. Ekspektasi publik sangat besar, tapi Elyaz tahu bagaimana mengelolanya,” tambah Diomède dalam wawancara bersama CNEWS.
Fisik menjulang, kemampuan membaca permainan, dan ketenangan di bawah tekanan menjadi keunggulan Elyaz. Ia juga punya keahlian umpan panjang yang sering dimanfaatkan Prancis U-20 untuk membangun serangan dari lini belakang.
Tantangan di Depan
Meski potensinya diakui banyak pelatih, perjalanan Elyaz masih panjang. Ia belum mendapatkan menit bermain di kompetisi senior, dan sorotan media sering kali membebani pemain muda.
Namun, banyak pengamat menilai bahwa jalannya sangat mirip dengan ayahnya — lambat tapi pasti. Jika terus berkembang di Betis dan menjaga konsistensi di tim nasional, bukan tak mungkin Elyaz suatu saat akan mengikuti jejak Zinedine, mengenakan seragam biru Prancis di level tertinggi.
Nama Zidane Belum Padam
Elyaz bukan satu-satunya anak Zidane yang berkarier di sepak bola. Kakaknya, Luca Zidane, saat ini menjadi kiper di Eibar (Spanyol). Tapi Elyaz punya keunikan tersendiri: ia adalah satu-satunya bek kidal dalam keluarga yang dikenal penuh talenta itu.
Mungkin masih terlalu dini untuk menyebutnya sebagai “penerus Zidane”, tapi satu hal jelas — nama Zidane belum akan padam di dunia sepak bola.
Dan kini, giliran Elyaz yang mulai menulis kisahnya sendiri (Wan)

